cimol bojot
Cimol Bojot adalah varian jajanan "aci" kekinian yang berasal dari Kampung Bojot, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Secara harfiah, "Cimol" merupakan akronim dari aci digemol (tepung tapioka yang dibentuk bulat-bulat), sedangkan "Bojot" merujuk pada daerah asalnya. Meskipun bahan dasarnya mirip dengan cimol biasa, cimol bojot memiliki perbedaan yang sangat kontras dalam hal tekstur dan bumbu.
Berikut adalah karakteristik utama yang membedakan cimol bojot:
1. Tekstur Setengah Matang
Berbeda dengan cimol Bandung yang digoreng hingga mengembang, kopong, dan garing di luar, cimol bojot digoreng setengah matang.
Efeknya: Teksturnya tidak kopong, melainkan padat, sangat kenyal, dan cenderung "basah" (tidak kaku).
Ukuran: Biasanya butiran cimol bojot dibuat lebih kecil dibandingkan cimol biasa.
2. Bumbu Minyak Bawang (Chili Oil)
Ini adalah ciri khas yang paling menonjol. Jika cimol biasa umumnya menggunakan bumbu tabur kering (seperti bubuk keju atau balado), cimol bojot menggunakan campuran bumbu basah:
Minyak Bawang: Minyak yang telah digoreng bersama irisan bawang putih hingga aromanya harum.
Bubuk Cabai: Memberikan rasa pedas yang menyengat.
Daun Jeruk: Seringkali ditambahkan irisan daun jeruk goreng untuk memberikan aroma segar.
Penyedap Rasa: Campuran bumbu asin dan gurih yang menyatu dengan minyak.
3. Cara Penyajian
Cimol bojot disajikan di dalam wadah (cup atau plastik) dalam kondisi terendam atau terlumuri minyak bumbu yang melimpah. Karena teksturnya yang kenyal-basah dan pedas gurih, makanan ini sangat populer di kalangan pencinta kuliner pedas.
Sien lada
BalasHapus